Metode keamanan pada sistem operasi berdasarkan open system standar. Dapat diimplementasikan pada semua sistem yang mengikuti standar POSIX.
Salah satu alasan mengapa masalah keamanan merupakan sesuatu yang sulit untuk diimplementasikan pada suatu organisasi adalah menyangkut kebijakan apa yang akan diterapkan. Seringkali kebijakan terhadap masalah keamanan diambil setelah implementasi di lapangan. Dalam jangka waktu pendek hal ini tentu tidak menjadi masalah, akan tetapi jika sistem yang digunakan terus berkembang tanpa ada kebijakan keamanan yang jelas niscaya, implementasi menjadi jauh menjadi rumit. Kebijakan keamanan tidak melulu tersangkut dengan faktor teknis belaka. Lebih jauh lagi, mengenai arsitektur sistem yang digunakan akan lebih mempermudah untuk mengamankan sistem yang digunakan. Open System merupakan suatu standar industri yang secara de facto menjadi acuan dalam pengembangan suatu sistem. Dengan mengenal arsitektur yang digunakan pada open system, maka implementasi kebijakan keamanan menjadi lebih mudah dilakukan.
Ope system sendiri merupakan perangkat keras/lunak yang menggunakan standar terbuka. Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal UNIX sama dengan open system, dikarenakan UNIX dikembangkan berdasarkan standar tersebut dan kemampuannya untuk dijalankan pada berbagai platform. Mulai pada pertengahan tahun 1990-an, GNU/Linux yang merupakan sistem mirip UNIX menjadi salah satu sistem operasi yang digunakan sebagai model untuk open system atau open standard.
Dalam dunia perangkat keras, PC juga termasuk dalam open system dikarenakan dibuat oleh berbgai vendor. Bandingkan dengan Macintosh yang hanya dikembangkan oleh satu perusahaan (Apple Computer). Dalam buku ini Anda diajak untuk mengenal secara ringkas apa yang menjadi arsitektur standar pada open system dan bagaimana langkah pengamanan dilakukan.
Penulis: Dudy Rudianto, Sekapur sirih: Dr. Richardus Eko Indrajit, M.Sc.MBA
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tingkat: Pemula-Menengah
Jenis buku: Referensi
|